Kami di sini baik-baik saja

Kesekian kalinya saya mendapatkan pesan dan sms baik dari keluarga maupun teman yang menanyakan keadaan saya di sini. Mereka mengkhawatirkan adanya perlakuan tidak baik dari masyarakat disini terkait aksi protes dan demo yang terjadi di tanah air.  Saat ini terdapat banyak warga IPB yang sedang studi disini, diantaranya 5 mahasiswa pertukaran dari ITP, Fateta, 2 mahasiswa pertukaran dari Faperta, dan beberapa dosen IPB dari berbagai fakultas termasuk saya, juga banyak alumni-alumni IPB.  Sejauh saya ketahui, kami disini baik-baik saya, tidak mendapatkan perlakuan atau sikap yang tidak nyaman dari warga setempat.  Saya pun bertanya kepada TKI yang bekerja di asrama kami tentang apakah tetangga mereka bersikap tidak baik, mereka menyatakan sejauh ini tetangga kami ok ok saja.  Yang saya khawatirkan adalah para TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, khawatir mendapat dampak kekesalan majikannya karena aksi demo di tanah air terhadap Negara ini.

Terlepas siapa yang bersalah atau tidak, mestinya kedua belah pihak saling menghargai.  Kata ‘perang’ yang sekilas saya baca dari beberapa media di tanah air bagi saya begitu mengerikan, karena menurut perang seperti apapun akan menyengsarakan masyarakat.  Memutuskan hubungan juga menurut saya bukan pilihan.  Kalau opsi ini diambil yang pertama harus dilakukan pemerintah adalah menyediakan lapangan kerja bagi 2 juta lebih TKI yang saat ini mengadu nasib di Malaysia. Banyak pendapat yang menyayangkan mengapa banyak TKI berdatangan ke negeri tetangga ini walaupun terdapat kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada beberapa TKI.  Jawabannya adalah mereka mencari penghidupan yang lebih baik, yg sulit mereka dapatkan di kampung halamannya. Setidaknya ini jawaban yang saya peroleh ketika bertanya kepada mereka.

Memutuskan hubungan juga berarti mengurangi/meniadakan kunjungan wisata dari warga Malaysia dan warga negara lain ke tanah air.  Bandung adalah tempat favorit orang-orang Malaysia untuk berbelanja dan berwisata kuliner.  Di samping itu, tidak sedikit mahasiswa asing yang sedang studi di Malaysia berwisata ke tanah air.  Perhimpunan mahasiswa internasional di kampus kami misalnya, pada 16-19 Sept ini akan mengadakan wisata ke Jakarta dan beberapa kota lain.  Sebelumnya beberapa orang China dan Thailand, mahasiswa Biosains, mengunjungi Bali disusul rombongan mahasiswa Iran dan keluarganya yang mengunjungi Jakarta.  Tidak sedikit juga masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Penang dan Melaka untuk berobat.  Tidak sedikit juga orang tua yang mengirimkan anaknya studi di sini dengan berbagai pertimbangan.

Dalam hidup bertetangga sangat diperlukan toleransi dan saling membantu.  Hidup akan lebih nyaman jika memiliki hubungan yang baik dengan tetangga.  Doa saya pada bulan Agustus lalu dimana Indonesia dan Malaysia merayakan kemerdekaannya adalah “Semoga kedua Negara ini semakin rukun, saling menghormati dan saling menghargai”.

Leave a Reply